Selasa, 15 September 2009

PAKU

Suatu hari, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakun sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah, lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapi bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah suatu hari di mana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahuakan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari di mana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan akhirnya anak itu memberitahu ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa seperti sebelumnya. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti ini di hati orang lain.

Kamu dapat menusukan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu, tetapi tidak peduli berapakali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.
Continue Reading...

Senin, 14 September 2009

Ketekunan Adalah Kekuatan Anda

Apa yang anda raih saat ini adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yan turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka nada tidak akan berada disini sekarang. Setiap langkah menaikan nilai diri anda. Apa pun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan anda harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. itulah tempat sebaik-baiknya untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.
Continue Reading...

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersendu-sendu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.

Pria itu tersenyum dan berkata,"ayo ikut, aku akan membelikan bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan pada ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, "ya tentu saja. Maukan anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

elihat hal ini, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(dari : Rose for Mama-C.W.McCall)
Continue Reading...

Senin, 31 Agustus 2009

MISI HIDUP DALAM SEBUAH KERJA

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. segera sakja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar bisa murah.

Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "bisa numpang makan dan beli sedikit sabun". Tapi bukankah ia bisa menaikan harga sedikit? sekali lagi ia terkekeh, "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?", katanya sambil menunjukan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.

Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi sedikit kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang nampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja, menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.
Continue Reading...

TEMUKAN CINTA ANDA


Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang ada disana. Rasakan kegembiraan dari pertemuan itu. Dan, pekerjaan pun menjadi menggembirakan. Bila anda tidak mencintai rekan-rekan anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tidak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda, tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada disitu?? tidak ada alasan bagi anda utuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya satu kali. Tidak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.
Continue Reading...

Minggu, 16 Agustus 2009

BERSYUKURLAH PADA APA SAJA

Anda wajib mensyukuri apa pin yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.

Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tidak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda sendiri. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena anda tidak akan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah positif itu tampak di pandangan anda.

Continue Reading...

Sabtu, 15 Agustus 2009

TINDAKAN KITA SEBATAS KITA MEMANDANG DUNIA

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil.

Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Semenatara dunia anda tidak luas dari pikiran anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan berfikiran positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Ia menggenggam apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapai diri sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negaif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri kita sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Continue Reading...
Template Design by faris vio